
INTRIK.ID, JAKARTA — Berbagai upaya pemerintah menstabilkan harga beras belum sepenuhnya membuahkan hasil. Perum Bulog mencatat masih ada 135 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras, sehingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta penyebabnya segera ditelusuri.
Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir meminta Bulog bersama pemerintah daerah mengevaluasi kembali intervensi yang telah dilakukan. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya dilihat dari pelaksanaannya, tetapi juga dari dampaknya terhadap harga yang dirasakan masyarakat.
“Upaya-upayanya sudah oke nih, sudah bagus, saya sangat menghargai, tapi kan kita tidak bisa dengan upaya yang sudah baik ini tapi hasilnya belum baik. Nah ini harus dicari penyebabnya,” ujar Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Tomsi secara khusus menyoroti daerah yang harga berasnya masih tinggi, di antaranya Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Maybrat.
Ia meminta Bulog dan pemerintah daerah tidak hanya melanjutkan program stabilisasi, tetapi mencari persoalan yang membuat harga beras belum mengalami penurunan.