Inovasi BI-FAST Bulk Transfer: Membuka Era Baru Sistem Pembayaran

    Dengan BI-FAST Bulk Transfer, pengguna dapat melakukan transaksi pembayaran dalam jumlah besar secara real-time dengan lebih mudah dan efisien sehingga meminimalkan risiko keterlambatan pembayaran. BI-FAST Bulk Transfer memiliki berbagai contoh peruntukan di industri dan kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh yang paling umum adalah pembayaran gaji karyawan. Perusahaan dapat menggunakan BI-FAST Bulk Transfer untuk melakukan pembayaran gaji kepada seluruh karyawan secara bersamaan, sehingga memudahkan proses pembayaran dan menghemat waktu. Selain itu, BI-FAST Bulk Transfer juga dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan pembayaran kepada supplier atau penjual.

    Hadirnya fitur Bulk Transfer BI-FAST menjadi tanda keseriusan Bank Indonesia menggarap fast payment di dalam negeri. Hal ini tentu sejalan dengan tuntutan kemajuan digitalisasi yang berjalan pesat di berbagai belahan dunia yang belakangan juga menggarap serius fast payment. Beberapa fast payment yang sukses di antaranya Unified Payments Interface (UPI) India, Pix Brasil, PromptPay Thailand, PayNow Singapura, dan Single Euro Payments Area (SEPA) Instant Credit Transfer (SCT Inst) Uni Eropa. Di samping itu, Amerika Serikat juga baru-baru ini meluncurkan Layanan FedNow dengan fitur serupa.

    Ke depan, fast payment diproyeksikan akan semakin diperkuat melalui berbagai inisiatif di tingkat regional, khususnya di kawasan ASEAN. Upaya integrasi sistem pembayaran antarnegara anggota ASEAN menjadi fokus utama, dengan tujuan menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih efisien, aman, dan inklusif. Langkah-langkah konkret seperti interoperabilitas kode QR lintas batas, penyelarasan standar pembayaran instan, dan pengembangan infrastruktur pembayaran regional juga turut digalakkan.

    Pages: 1 2 3
    Mungkin Suka Ini juga:
    Cessie: Jalan Pintas Jual Piutang yang Bisa Menjebak Debitur

    Cessie: Jalan Pintas Jual Piutang yang Bisa Menjebak Debitur

    Desil 3 Jadi 8: yang Salah Angkanya atau Datanya?

    Desil 3 Jadi 8: yang Salah Angkanya atau Datanya?

    Izin Terbit Bukan Kiamat: Stop Politisasi Tambang, Perkuat Pengawasan!

    Izin Terbit Bukan Kiamat: Stop Politisasi Tambang, Perkuat Pengawasan!

      Ikuti kami di Facebook