
“Lokasi itu berada kurang lebih 30 meter dari jalan Lintas Timur , tepatnya berhadapan dengan pantai Pantai Rebo Indah. Aktivitasnya malam hari sampai jelang subuh. Setelah itu ponton ditarik kebelakang jarak 100 meter. Kita lakukan cek kedua kali tanggal (25/10/2022) pukul 23: 25 WIB masih ada aktivitas tambang di kawasan Hutan Lindung itu,” ungkapnya.
Bermodalkan barang bukti video dan pengakuan oknum aparat tersebut, Suhendro mengatakan pihaknya ( LSM KPMP – red ) akan melaporkan indikasi pengerusakan kawasan lindung dimaksud ke GAKKUM KLHK.
“Kami LSM KPMP akan buat laporan resmi Cukong Timah inisial AST kepada GAKKUM KLHK dan lakukan kerja sama KPHP setempat bantu buat laporan ke pusat , bagi kami ada indikasi perusakan kawasan Hutan Lindung. Untuk Oknum Aparat inisial HMD itu kami juga akan buat laporan kepada Polisi Militer ( POM ) Pusat,” tutupnya.