Hampir 5 Ribu Pengaduan Diproses SiLakso Bangka Tengah

    Foto: Tim pengelola SiLakso Bangka Tengah.(Erwin)

    Ia mengatakan dengan adanya SiLakso, tidak ada lagi calo atau pungli dalam bantuan masyarakat yang membutuhkan sehingga lebih efektif dan efisien.

    “Sebelum ada SiLakso dulu bantuan yang sama ke orang yang sama masuk semua. Ada yang butuh biaya hidup misalnya, ke Baznas ngaju, ke Dinso iya ke Kesra iya. Terus semuanya cair. Ternyata yang urus bukan orang yang layak dibantu malah orang lain. Cairnya 3 juta kasih ke orangnya 1jt atau cair 3jt ia minta fee. Itu yang kita hindari,” ujarnya.

    Ia juga menuturkan, pengajuan bantuan harus yang layak dibantu dan juga sesuai datanya dengan perlengkapan berkas yang lengkap.

    “Gini, pengajuan harus yang layak, data harus padan atau yang terbaru dan sinkron antara ktp, kk dan juga dokumen lainnya, harus ada SKTM dan kalau bisa harus sudah terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial-red) biar pengajuan lebih mudah untuk diproses,” tuturnya.

    Oki juga selalu menjaga koordinasi yang baik serta pelaporan yang rapi untuk menjalin kerja sama antara SiLakso dan Back Office.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook