
Berbagai data menunjukkan maraknya gangguan kesehatan mental anak, khususnya saat usia remaja. Dilansir dari World Health Organization ( WHO) mencatat 15 persen anak remaja di negara berkembang berpikiran untuk bunuh diri. Bunuh diri merupakan penyebab kematian terbesar ketiga di dunia bagi kelompok anak usia 15-19 tahun.
Jika dilihat dari data tersebut maka bisa dikatakan bahwa apabila kesehatan mental seorang anak terganggu maka bisa saja persentase bahwa aksi bunuh diri dapat terjadi.
Banyak data sudah menyebutkan bahwa penyebab kesehatan mental merupakan dari faktor genetik atau terdapat riwayat gangguan mental turun temurun di dalam keluarganya dan bahkan kekerasan di dalam rumah tangga.
Mengalami kekerasan sejak kecil dan pelecehan merupakan salah satu penyebab yang sering kita temukan menjadi penyebab gangguan kesehatan mental.