
Saat dicoba untuk memainkan game, realme 11 Pro+ ini mampu memainkan Genshin Impact selama 20 menit dengan setting “highest 60fps”. Rata-rata fps yang dihasilkan selama pengujian ada di kisaran 30-34fps, cukup nyaman untuk dimainkan. Saat dilanjutkan hingga menit ke 30, rata-rata fps yang dihasilkan menurun hingga 20-25fps karena suhu smartphone sudah mulai panas. Hal tersebut sejatinya cukup bisa dimaklumi lantaran smartphone ini sepertinya bukan didesain untuk gaming.
Sebagai gawai yang digunakan sehari-hari, kapasitas baterai tentu jadi concern tersendiri. Tentu gak nyaman saat menggunakan gawai yang baterainya boros. Baterai dengan ukuran 5000mAh yang disematkan pada realme 11 Pro+ ini secara mengejutkan cukup awet saat digunakan. Untuk keperluan sehari-hari, dari jam 9 pagi hingga mengakhiri hari sekitar pukul 9 malam, baterai masih tersisa sekitar 18-20%.
Saat sudah hampir habis, masih ada charger dengan kemampuan 100W SUPERVOOC yang membantu. Pengecasan mulai 0-100% hanya memerlukan kisaran 32 menit. Mantap!
Jika harus memilih, memang sih ada beberapa poin yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli smartphone ini. Sebagai yang masih menggunakan headphone dengan kabel, ketiadaan audio jack di realme 11 Pro+ jadi hal yang perlu diperhatikan. Apalagi ketiadaan audio jack di sini juga tidak disertai dengan fitur IP rating.
Bloatware bawaan yang hadir pada realme 11 Pro+ juga jadi satu poin yang perlu diperhatikan. Sebisa mungkin langsung hapus bloatware yang tidak diperlukan. Kemampuan gaming-nya juga bukan yang terbaik di kelasnya. Meski begitu, hal itu bisa dimaklumi mengingat realme 11 Pro+ memang bukan smartphone yang didesain untuk gaming.