Hadapi Ancaman Karhutla, TNI Paparkan Strategi Penanggulangan di Pangkalpinang

    Caption: Prof Saparudin.

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian Pemerintah Kota Pangkalpinang di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang masih melanda wilayah tersebut.

    Upaya penanggulangan Karhutla kembali diperkuat melalui pemaparan yang dilakukan jajaran TNI di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (14/9/2026).

    Kegiatan tersebut melibatkan unsur Korem 045/Garuda Jaya dan jajaran Kodim 0431/Bangka Barat, serta dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Pangkalpinang, Agustu Effendi, M.Si.

    Pemaparan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla, khususnya selama kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

    Pemerintah daerah bersama unsur TNI dan stakeholder terkait dinilai perlu memiliki langkah penanganan yang terkoordinasi, mulai dari pencegahan, pemantauan wilayah rawan hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran.

    Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Pangkalpinang, Agustu Effendi, mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

    “Kami menyambut baik pemaparan dan koordinasi ini. Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi dan kesiapsiagaan semua pihak. Pemerintah daerah tentu akan terus berkoordinasi dengan TNI, Polri dan seluruh stakeholder terkait agar potensi kebakaran dapat dicegah dan ditangani secara cepat,” ujar Agustu.

    Menurutnya, langkah pencegahan menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

    “Yang paling penting adalah pencegahan. Kita berharap seluruh unsur dapat meningkatkan kewaspadaan dan masyarakat juga ikut berperan menjaga lingkungan. Dengan koordinasi yang baik, kita harapkan risiko Karhutla dapat diminimalkan,” katanya.

    Sementara itu, pemaparan dari unsur TNI menjadi salah satu upaya untuk menyamakan langkah dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Pangkalpinang.

    Kesiapsiagaan menjadi penting mengingat kondisi kemarau dapat membuat vegetasi dan lahan menjadi lebih mudah terbakar. Karena itu, pemantauan wilayah serta respons cepat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya penanggulangan.

    Pemkot Pangkalpinang sebelumnya juga telah menyiapkan langkah menghadapi Karhutla dengan mendorong pembentukan Satgas gabungan melalui rapat koordinasi penanganan Karhutla pada 8 September 2026.

    Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi lebih mengedepankan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini.

    Di tengah kemarau, satu titik api bisa berkembang menjadi persoalan besar. Karena itu, kesiapan personel, koordinasi dan pencegahan menjadi kunci agar Karhutla tidak meluas dan mengganggu masyarakat.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Datang Saat Pasar Ramai, Prof Udin Cek Fasilitas Pasar Pagi: Pedagang dan Pembeli Harus Nyaman

    Datang Saat Pasar Ramai, Prof Udin Cek Fasilitas Pasar Pagi: Pedagang dan Pembeli Harus Nyaman

    Hadapi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau, Pemkot Pangkalpinang dan PDAM Bor Titik Air Baru

    Hadapi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau, Pemkot Pangkalpinang dan PDAM Bor Titik Air Baru

    BMKG Prediksi Puncak Kemarau Hingga Oktober, Pemkot Pangkalpinang Bentuk Satgas Gabungan

    BMKG Prediksi Puncak Kemarau Hingga Oktober, Pemkot Pangkalpinang Bentuk Satgas Gabungan

      Ikuti kami di Facebook