
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Pangkalpinang, Agustu Effendi, mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Kami menyambut baik pemaparan dan koordinasi ini. Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi dan kesiapsiagaan semua pihak. Pemerintah daerah tentu akan terus berkoordinasi dengan TNI, Polri dan seluruh stakeholder terkait agar potensi kebakaran dapat dicegah dan ditangani secara cepat,” ujar Agustu.
Menurutnya, langkah pencegahan menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Yang paling penting adalah pencegahan. Kita berharap seluruh unsur dapat meningkatkan kewaspadaan dan masyarakat juga ikut berperan menjaga lingkungan. Dengan koordinasi yang baik, kita harapkan risiko Karhutla dapat diminimalkan,” katanya.
Sementara itu, pemaparan dari unsur TNI menjadi salah satu upaya untuk menyamakan langkah dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Pangkalpinang.