
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– UHC (Universal Health Coverage) Bangka Tengah sudah mencapai 99,80% di Bangka Tengah dengan menghabiskan Rp9 miliar setiap tahunnya untuk mengcover layanan kesehatan masyarakat Bangka Tengah. Hal itu juga masih dibantu dari Provinsi sekitar Rp 2 miliar.
Namun ironisnya, dana sebesar itu masih belum bisa mengcover iuran BPJS Kesehatan masyarakat di 2026 yang kemungkinan besar akan ada pengurangan UHC atau coveran kesehatan masyarakat akan berpengaruh dengan tingkat keaktifan diatas 80%.
Padahal peserta mandiri sebanyak 56% yang tidak dicover oleh dana APBD ataupun APBN. Data tersebut di ungkapkan Sekertaris Daerah (Setda) Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizam di ruang rapat VIP Bupati di Koba, Senin (4/5/2026).