
Intrik.id – Fitur FSD pada mobil masih terus menjadi kontroversi dalam dunia otomotif. Teknologi ini mengiringi Tesla dalam mengembangkan teknologi canggih yang bisa mengubah cara berkendara. Sejak peluncurannya, perusahaan sudah menuai pujian sekaligus kritikan terkait teknologi FSD yang diklaim memiliki kemampuan mengemudi otomatis.
Baca juga: Fungsi dan Cara Kerja Fitur Overdrive Mobil Matic, Penting untuk Efisiensi dan Performa
Seiring peluncuran fitur FSD, banyak pengendara merasa tertarik dengan mobil yang bisa mengemudi sendiri. Namun, sebagian pihak juga menilai bahwa teknologi tersebut menimbulkan kekhawatiran. Terlebih, fitur FSD dinilai belum matang dan bisa menimbulkan risiko, baik bagi pengemudi maupun pengguna jalan.
Full Self-Driving (FSD) merupakan sistem bantuan pengemudi canggih yang terdiri dari berbagai fitur mengemudi otomatis. Keberadaan fitur ini dikembangkan oleh Tesla untuk menghadirkan pengalaman berkendara semi-otomatis. Meskipun namanya mengesankan (mobil bisa mengemudi sepenuhnya sendiri), nyatanya teknologi FSD masih tergolong level 2 dalam standar Society of Automotive Engineers. Artinya, pengemudi wajib waspada dan siap mengambil alih kendali jika sistem tidak mampu menangani situasi tertentu.
Fitur FSD bekerja dengan menggabungkan berbagai teknologi untuk membantu tugas berkendara. Misalnya saja kamera, sensor dan kecerdasan buatan. Fitur ini mencakup kemampuan untuk menjaga jalur, mengatur kecepatan adaptif hingga membantu menghindari tabrakan.
Berikut beberapa fitur utama dalam FSD.
Autopilot pada mobil Tesla dirancang untuk penggunaan di jalan raya. Sementara fitur FSD pada mobil mencakup kemampuan yang lebih luas, seperti berkendara di perkotaan dan pinggiran kota. Salah satu fitur FSD, Autosteer memanfaatkan kamera, sensor dan data lokasi untuk membantu mobil melewati persimpangan hingga belokan. Teknologi ini juga bisa membantu menghindari rintangan seperti pejalan kaki, pesepeda dan kendaraan lainnya.
Pada penggunaan di jalan tol, fitur FSD menggabungkan Auto Lane Change dan Autosteer. Kombinasi ini berguna untuk membantu berpindah jalur ketika pengemudi menyalakan lampu sein. Meskipun tampak canggih, pengendara tetap harus waspada dan hati-hati. Sebab, sistem ini masih dalam tahap pengembangan. Risiko apapun bisa saja terjadi, termasuk mobil yang mendadak bermanuver tanpa kendali.
Baca juga: Dashboard Mobil Lengket, Penyebab dan Cara Efektif Mengatasinya
Fitur FSD menggabungkan navigasi dengan sistem canggih Autopilot. Hal ini membantu perjalanan berlangsung lebih terarah. Sebab, teknologi mampu menentukan rute efisien sekaligus membantu mobil melewati pintu masuk dan keluar tol, persimpangan serta pindah jalur otomatis.
Fitur FSD pada mobil Tesla memiliki sistem canggih yang bisa mengenali rambu dan lampu lalu lintas di jalanan. Teknologi ini bisa memperlambat kendaraan hingga berhenti sesuai kebutuhan. Misalnya saja, mobil akan berhenti ketika lampu merah.
Melalui fitur Traffic and Stop Sign Control, pengemudi bisa melihat informasi visual pada layar mengenai kondisi lalu lintas di depan. Hal ini termasuk sinyal yang terdeteksi dan perkiraan waktu kendaraan berhenti. Kendati demikian, pengendara tetap harus siaga untuk memastikan keamanan selama berkendara.
Fitur FSD mencakup kemampuan parkir otomatis berkat sistem Autopark. Teknologi ini bisa mendeteksi tempat parkir paralel ketika mobil melaju pelan dan parkir tegak lurus pada kecepatan rendah. Kemudian, sistem akan otomatis memandu kendaraan masuk ke posisi parkir yang ideal. Jika sudah, sistem akan langsung mengaktifkan mode parkir, tanpa banyak intervensi dari pengemudi.
Selain itu, ada pula fitur Summon yang memungkinkan mobil bergerak masuk atau keluar dari parkiran sempit. Fitur ini beroperasi melalui aplikasi ponsel, bahkan tanpa pengemudi berada di dalam mobil. Versi Smart Summon bahkan memungkinkan mobil berjalan sendiri ke area parkir untuk mendekati lokasi pengemudi.
Lembaga penilaian keselamatan kendaraan Eropa, Euro NCAP turut menyinggung fitur FSD dari Tesla. Salah satu lembaga acuan dunia ini menyebutkan bahwa teknologi FSD tidak bertanggung jawab dan berbahaya. Menurunnya, FSD tidak akan dinilai baik berdasar kriteria pengujian terkini.
Di beberapa negara seperti Australia, sistem self-driving masih abu-abu secara hukum. Sebab, Tesla menampilan informasi peringatan di layar, menyatakan bahwa tangan pengemudi harus tetap berada pada posisi setir. Sayangnya, aturan ini tidak selalu dipatuhi, kecuali sistem mendeteksi pengemudi tak fokus saat mengemudi.
Baca juga: 5 Fitur Sistem Keamanan Kabin Mobil, Membuat Berkendara Lebih Aman dan Nyaman
Fitur FSD pada mobil membawa teknologi canggih dengan pengalaman berkendara yang sangat berbeda. Meskipun begitu, penting untuk menggunakan fitur FSD pada mobil dengan cara bijak. Ada baiknya untuk tetap fokus saat berkendara dan tidak sepenuhnya bergantung pada sistem demi keselamatan bersama.