
Menurutnya, film “Pesta Babi” menggambarkan realitas kolonialisme modern yang masih berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat kecil hingga sekarang.
“Film ini sangat dekat dengan kondisi yang kita hadapi hari ini. Kami ingin anak muda sadar bahwa perjuangan lingkungan dan keadilan sosial masih sangat relevan,” ujarnya di Koba, Jumat (22/5/2026).
Tak sekadar nobar, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi komunitas dan warga yang peduli terhadap isu-isu sosial serta lingkungan di Bangka Tengah dan Bangka Belitung.