Eskalasi Pilkada Ulang 2025: Ribut Rebut Suara

    Caption: yulian

    Supremasi Sang Petahana
    Adapun soal kekalahan Mulkan di Pilkada lalu terbilang apes, karena terlalu berani melawan gabungan suara pemilih Tarmizi-Amri Cahyadi, serta Kemas Daniel-Fadilah Sabri, yang tidak mencoblosnya di Pilkada 2018 lalu sebanyak 62.570 suara.

    Mengacu data pemilih yang tidak mencoblos Mulkan di Pilkada 2018 itu pun sudah dapat dijadikan indikator, bahwa dirinya ditakdirkan kalah bila nekat tanding sebagai calon tunggal di Pilkada 2024 lalu.

    Namun, akan berbeda kondisinya jika Pilkada 2024 kemarin menghadirkan beberapa paslon kandidat. Mulkan dengan perolehan 50.000 suaranya niscaya menang.

    Uniknya lagi. Meski tren elektabilitas Mulkan kala itu cenderung menurun, bahkan sempat diterpa berbagai isu miring, hingga serangan relawan kotak kosong yang begitu massif dan sistemik berupaya menumbangkannya, namun tetap saja, basis konstituennya tak bergeming. Kokoh dan solid memberikan 50.000 suara untuk Mulkan.

    Logikanya, jikalau tingkat kepercayaan publik terhadap Mulkan merosot drastis, maka akan susah sekali meraup 50.000 suara pemilih, di tengah gempuran berbagai isu-isu miring yang menggerogoti elektabilitasnya, hingga gerakan massif kotak kosong yang memboikot.

    Artinya, lepas dari serangan politik yang begitu gencarnya ingin merusak citra Mulkan di mata masyarakat, tapi kepercayaan politik terhadap Mulkan masih tetap ada. Bergerak senyap dan simultan.

    Mentalitas politik pemilih Mulkan, bisa dibilang telah matang secara emosional; kebal dari beragam serangan politik yang bertujuan menjatuhkan Mulkan.

    Karena itu, berangkat dari data tersebut, bisa disimulasikan, seandainya Pilkada mendatang menampilkan 3 atau 4 paslon kandidat, maka peluang besar Mulkan untuk memenangkan kontestasi terbuka lebar.

    Barometer politiknya sederhana: Mulkan telah mengantongi 50.000 suara konstituen hasil dari Pilkada sebelumnya.

    Sementara pendatang baru, mesti berjibaku untuk meraup sisa suara 67.000 pemilih kotak kosong yang itu pun harus terbagi-bagi antar-paslon.

    Jadi bisa disimpulkan, upaya pendatang baru tidak lah mudah dalam memenangkan Pilkada ulang nanti, bil khusus melawan basis-basis konstituen Mulkan dan PDIP.

    Apalagi semakin banyak paslon yang berhasrat ingin maju saat ini, yang tentu membuat suara pemilih kotak kosong tersebut akan terbelah dan terbagi rata.

    Sehingga, satu-satunya cara agar Mulkan bisa ditumbangkan di kontestasi Pilkada nanti, para pendatang baru serta parpol pendukungnya itu harus saling padu, dengan hanya mengusung satu paslon kandidat saja. Karena melalui cara atau skema operasi politik seperti itu lah, sang petahana asal Pusuk itu baru bisa dikalahkan.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook