
“ASN masa kini harus inovatif, mampu menciptakan ide-ide atau solusi baru dalam menyelesaikan tugas. Jangan hanya menunggu perintah, tapi proaktif,” tutur Efrianda.
Tak hanya itu, orang nomor 2 itu juga menyoroti pentingnya disiplin dalam menjaga kode etik dan perilaku. Ia mengingatkan bahwa ASN yang baik adalah mereka yang bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan, memiliki semangat kolaboratif, dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, harmonis, serta komunikatif.
“Jaga nama baik sebagai ASN. Jangan terlibat dalam perilaku tercela seperti perselingkuhan dan patuhi semua aturan yang berlaku. Selain itu, gunakan media sosial dengan bijak, unggah kegiatan yang bermanfaat. di medsos salah sedikit saja, dikritik. Jadi bapak ibu sebagai ASN harus bisa memilah apa yang ingin diunggah karena kalian adalah representasi pemerintah. Ingat sumpah dan janji yang bapak ibu ucapkan saat dilantik. Semoga pekerjaan kita menjadi ladang pahala,” tegasnya.
Selain materi tentang kedisiplinan, peserta juga mendapat edukasi tentang pasar modal. Efrianda berharap para guru dan pegawai dapat meningkatkan literasi keuangan serta menjadi bagian dari masyarakat yang melek investasi.