
“Untuk efisiensi anggaran rastrada dikurangi. Kalau dihitung rastrada itu 2 miliar lah setahun. Tapi BPJS kita masih dipertahankan karena pemerintah masih UHC dimana semua orang mendapat pelayan pengobatan yang sama. Jadi tetap memberikan pelayan pengobatan yang baik untuk masyarakat, ” ujarnya.
“Kurang lebih dari kemensos saja ada 46 ribu jiwa yang ditanggung dan 64 ribu jiwa yang ditanggung pemerintah kita lewat Dinkes. Setahu saya itu. Tapi coba tanya ke Dinkes langsung detailnya, ” lanjutnya.
Robi berharap, akan ada solusi atau pengganti rastrada karena hal ini akan membuat masyarakat Bangka Tengah khawatir.