
“Mereka ini datang mau sosialisasi kawasan tanpa asap rokok tapi tak dilakukan, malah minta uang. Parahnya, dikasih 50 ribu minta tambah. Terus kawan saya kepala SD 11 Penyak, ngasih 200 ribu dibilang 900 ribu. Inikan jadi pertanyaan. Terus juga, mereka ini bilang minta bantu tapi seperti memeras kawan-kawan kepala sekolah, ” lanjutnya.
“Saya khawatir sekolah-sekolah lain diminta lebih besar atau mereka sengaja menambahkan uangnya agar sekolah lain merasa gak enak jadi ngasih besar. Jadi ini sudah modus yang diduga operandi dan diduga pemerasan, ” lanjut Paroki.
Warga Arung Dalam itu berharap kasus itu bisa ditangani dengan bijak sehingga tidak menimbulkan keresahan dan merugikan banyak orang.
“Saya belum jadi korban karena punya nomor kanit reskrim polsek. Intinya saya berharap Kapolres bisa menyelesaikan masalah ini. Karena kalau ini dibiarkan akan banyak korban,” tutupnya.