
“Karena saya merasa tidak mengambil hak org, saya merasa tidak ada beban di hati, timah susut karena air di tong tersebut banyak bagi saya hal yang wajar. kalau pemain lama udah paham kecuali anak ingusan yang baru terjun di dunia bisnis timah. Secara logika awal kita buka tong gak mungkin ada air di dalam kecuali kita pelihara ikan lele,” ungkap Cepot.
Meneruskan keterangannya Cepot menyebutkan dugaan kuat ada aktor dibalik kisruh masalah hilangnya pasir timah. Karena menurut cepot permasalahan ini sudah di selesaikan secara persuasif kedua belah pihak.
“Kami juga masih mendalami siapakah aktor di dalam permasalahan ini sehingga kisruh ini terjadi. Sedangkan di malam kejadian kedua belah pihak sudah menjalankan kemauan tanpa ada paksaan dari pihak masing – masing dengan timbang ulang dan di hitung kembali satu persatu karung yang hasilnya tidak ada kekurangan dari karung tersebut alias pas. Tudingan masalah campur dengan kadar rendah (tailing) oknum tersebut masih kita cari informasinya supaya pemberitaan ini benar – benar tuntas dan nyata dengan sebenar – benarnya,” tutupnya.