
“Sudah hampir 15 tahun saya bisnis timah, belum ada cepot ini menipu uang orang di pertimahan, mencuri timah orang. Silahkan cari orangnya yang merasa dirugikan oleh saya selama bermain timah tersebut. Bisa hadirkan di hadapan saya. Kalau hanya 9 Kilogram berapa sih uangnya, pihak PT Timah
Sudah menjalankan SOP dengan teliti sesuai dengan aturan. Mengenai tong timah yang katanya dibobol oleh saya
Kita sudah dipertemukan kedua belah pihak malam itu di saksikan beberapa org pihak masing – masing. setelah itu di timbang bersama dan di hitung kembali dengan jumlah karung yang sama tanpa ada kekurangan atau kejanggalan tak lazim,” jelasnya.
Masih berkaitan hilangnya pasir timah Cepot kembali menerangkan kronologi seperti apa sebenarnya terjadi pada saat di Pos timah Jelitik. Mulai dari menyampaikan masalah karung timah hingga kadar air dalam tong berisi pasir timah.
“Terkait hilangnya timah 9 Kilogram tersebut , itu kan jumlah karung sudah pas gak, ada kehilangan dengan catatan pengawas dari PT timah di pos dan pihak CV BN sudah benar.namun kurangnya 9 Kilogram pas ditimbang ulang. apakah tidak memikirkan pas awal buka tong itu kering wadah bawahnya sehingga terisi beratus – ratus karung biji timah basah mengandung kadar air tinggi. karung timah itu berasal dari ponton – ponton setiap sore di bawa ke pos dan dimasukkan ke tong tersebut. Akibat tumpukan karung air pasti
tergenang di permukaan tong. Coba malam itu kita timbang timah masih ada kandungan airnya yang tergenang di dalam tong, saya kira itu pasti pas dan ada kelebihan bukannya kurang dari 9 Kilogram,” bebernya.
Berbekal pengalamannya bisnis timah sudah belasan tahun, Cepot sedikit memberikan edukasi kepada pelaku bisnis yang baru muncul. Mengenai kadar air kalau pemain timah yang lama sudah paham, kecuali baru pemula wajar kurang paham.