Diterkam Buaya, Jasad Pemancing Ditemukan Tak Utuh

    Foto: Proses evakuasi korban. (Ist)

    INTRIK.ID, BANGKA — Jasad Hengki ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar 200 meter kearah utara dari lokasi kejadian dalam keadaan tidak bernyawa, Kamis (24/11/2022).

    Pria 33 tahun itu hilang di kolong eks tambang timah di Desa Sempan, Pemali, Kabupaten Bangka pada 22 November 2022 lalu.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, M Nursi mengatakan penemuan jasad korban sekitar pukul 01.16 WIB.

    “Korban ditemukan oleh tim saat itu sudah dalam keadaan meninggal dan kondisi tubuhnya juga tidak utuh lagi,” ujarnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia mengatakan korban meninggal akibat diterkam biaya saat memancing ikan. Bahkan di lokasi penemuan korban masih terdapat satu ekor buaya, dari tiga buaya yang ada.

    “Tim dibantu oleh pawang buaya untuk melakukan pengusiran buaya yang berada di dekat korban,” terangnya.

    Kemudian, Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi korban menuju RSUD Depati Bahrin, dan menghubungi pihak Keluarga. (Red)

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Tagged with:
    Buayapemancing
    Mungkin Suka Ini juga:
    Selisih Harga TBS Disorot, Petani Minta Dugaan Potongan DO Ditertibkan

    Selisih Harga TBS Disorot, Petani Minta Dugaan Potongan DO Ditertibkan

    SK Dispertan dan Harga DO Berbeda, Petani Sawit Bangka Tengah Keluhkan Potongan Rp50/Kg

    SK Dispertan dan Harga DO Berbeda, Petani Sawit Bangka Tengah Keluhkan Potongan Rp50/Kg

    Aksi Heroik Berujung Duka, ABK KM Kenanga Indah Ditemukan Meninggal Setelah Terjun Selamatkan Rekan

    Aksi Heroik Berujung Duka, ABK KM Kenanga Indah Ditemukan Meninggal Setelah Terjun Selamatkan Rekan

    Niat Menolong Rekan Berujung Hilang Bersama, Dua ABK Terseret Arus di Perairan Lubuk Besar

    Niat Menolong Rekan Berujung Hilang Bersama, Dua ABK Terseret Arus di Perairan Lubuk Besar

    Kapal Ambulance Milik Dinkes Kabupaten Bangka Masih Beroperasi, Biaya Operasional Bersumber dari APBD

    Kapal Ambulance Milik Dinkes Kabupaten Bangka Masih Beroperasi, Biaya Operasional Bersumber dari APBD

    Tahun 2024 Pemkab Bangka Katanya Defisit Anggaran, Tapi Mampu Beli Kapal Ambulance Meliaran?

    Tahun 2024 Pemkab Bangka Katanya Defisit Anggaran, Tapi Mampu Beli Kapal Ambulance Meliaran?