
“Saya langsung lari ke depan lalu memeluk anak saya, dia ini pernah terkena petir, jadi masih trauma kalau ada suara-suara keras,” kisah ibu dua anak itu.
Ibu berusia 44 tahun itu juga mengatakan kejadian tersebut baru pertama kali terjadi dan berharap agar pemerintah dapat membantunya untuk memperbaiki atap rumahnya.
“Sebelumnya paling hanya bunyi seng (atap rumahnya-red) saja kalau hujan atau ada angin,” pungkas Sahara.
Sementara itu, Lurah Jelitik Achmad Riyadi mengatakan akan segera mengurus kebutuhan yang diperlukan dan mengajukan bantuan ke pemerintah.