
Selain itu, masyarakat juga mulai melihat peluang perbaikan di sektor ketenagakerjaan.
Sekitar 31,5 persen responden memperkirakan lapangan kerja akan bertambah dalam enam bulan ke depan, terutama didorong oleh proyek-proyek pemerintah dan membaiknya aktivitas ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menilai hasil survei ini menunjukkan fondasi optimisme masyarakat Babel masih cukup kuat.
Meski terdapat berbagai tantangan, masyarakat tetap percaya aktivitas usaha, kesempatan kerja, dan kondisi ekonomi daerah akan bergerak lebih baik pada semester kedua tahun 2026.
Optimisme ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah, karena kepercayaan konsumen merupakan salah satu indikator penting yang memengaruhi konsumsi rumah tangga, investasi, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Dengan kata lain, meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya ideal, masyarakat Bangka Belitung tampaknya masih yakin bahwa peluang ke depan lebih besar dibandingkan tantangan yang sedang dihadapi saat ini. (*)