Dari Dapur ke Peluang Usaha, PT Timah Latih Ibu-Ibu Nelayan Olah Hasil Laut Bernilai Jual

    INTRIK.ID, BANGKA – Selama ini hasil laut di Lingkungan Nelayan Sungailiat lebih banyak dijual dalam bentuk segar atau diolah untuk konsumsi keluarga. Kini, ibu-ibu pesisir mulai belajar mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi melalui pelatihan pengolahan ampiang dan kericu yang difasilitasi PT Timah (Persero) Tbk.

    Pelatihan yang digelar di Rusunawa Lingkungan Nelayan II, Selasa (23/6/2026), diikuti warga nelayan dan anggota PKK sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    Menghadirkan mitra binaan PT Timah, Getas Afifah, peserta tidak hanya diajarkan teknik membuat ampiang dan kericu, tetapi juga diperkenalkan pada peluang menjadikan olahan hasil laut sebagai usaha rumahan.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Vini Awilia, menilai pelatihan ini membuka peluang baru bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kabupaten Bangka memiliki potensi laut yang besar. Jika hasil tangkapan diolah menjadi produk yang tahan lama dan memiliki nilai jual lebih tinggi, tentu dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong tumbuhnya industri olahan perikanan,” ujarnya.

    Senada, Lurah Sungailiat, Khoiri, berharap pelatihan seperti ini tidak berhenti pada proses produksi, tetapi juga berlanjut pada pengemasan dan pemasaran agar produk masyarakat mampu bersaing di pasar.

    Sementara itu, narasumber dari UMKM binaan PT Timah, Dina Maria dari Getas Afifah, mengatakan peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan.

    “Mereka cukup cepat memahami proses pembuatannya karena sudah terbiasa mengolah hasil laut. Tinggal terus diasah agar kualitas produk semakin baik dan layak dipasarkan,” katanya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Salah satu peserta, Siti Fatimah, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru. Selama ini ia hanya membuat pempek dan kerupuk untuk kebutuhan keluarga.

    “Sekarang kami belajar membuat ampiang dan kericu. Ilmu ini bisa dipraktikkan di rumah, bahkan ke depan bisa menjadi usaha tambahan untuk membantu ekonomi keluarga,” ungkapnya.

    Melalui pelatihan ini, PT Timah tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir, tetapi juga mendorong lahirnya usaha berbasis potensi lokal yang diharapkan mampu menambah pendapatan keluarga nelayan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

    Sumber: PT Timah Tbk

    Mungkin Suka Ini juga:
    36.100 Mangrove Ditanam PT Timah, Benteng Pesisir Sekaligus Penyerap Emisi Karbon

    36.100 Mangrove Ditanam PT Timah, Benteng Pesisir Sekaligus Penyerap Emisi Karbon

    Pengalaman Reklamasi Jadi Literasi, PT Timah Luncurkan Buku Karya 17 Karyawan

    Pengalaman Reklamasi Jadi Literasi, PT Timah Luncurkan Buku Karya 17 Karyawan

    Jaga Akses Pasar Global, PT Timah Perkuat Penerapan Standar Pertambangan Bertanggung Jawab

    Jaga Akses Pasar Global, PT Timah Perkuat Penerapan Standar Pertambangan Bertanggung Jawab

    Omzet Turun 50 Persen, Pesanan dari PT Timah Jadi Penopang UMKM Pempek Udang di Pangkalpinang

    Omzet Turun 50 Persen, Pesanan dari PT Timah Jadi Penopang UMKM Pempek Udang di Pangkalpinang

    149 Ribu Jam Belajar dalam Setahun, PT Timah Siapkan Regenerasi Pemimpin dari Dalam Perusahaan

    149 Ribu Jam Belajar dalam Setahun, PT Timah Siapkan Regenerasi Pemimpin dari Dalam Perusahaan

    Dari 500 Benih hingga Panen Ratusan Kilo, Nelayan Sawang Laut Bangun Harapan Baru Lewat Kakap Putih

    Dari 500 Benih hingga Panen Ratusan Kilo, Nelayan Sawang Laut Bangun Harapan Baru Lewat Kakap Putih