
“Ini sebagai momentum penguatan karakter dan budaya. Mulai dari pendidikan anak usia dini, semenjak inilah kita tanamkan karakter dan budaya,” tegasnya.
Pagelaran Dambus pada 25 September mendatang diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat kesenian tradisional sekaligus membuka kesempatan bagi kelompok dan pemerhati Dambus untuk ikut tampil dan berinteraksi dengan generasi muda.
Dengan pendekatan tersebut, Dambus tidak hanya ditempatkan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikenalkan sebagai bagian dari kehidupan pendidikan dan ruang kreativitas anak-anak Pangkalpinang.