
INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Dambus tak ingin hanya hidup sebagai musik tradisional yang dimainkan di panggung-panggung tertentu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pangkalpinang justru membawa musik khas tersebut lebih dekat kepada generasi muda melalui program Dambus Masuk Sekolah.
Program itu akan dilanjutkan dengan pagelaran seni Dambus yang dijadwalkan berlangsung pada 25 September 2026, dengan melibatkan pelajar tingkat SMP serta pemerhati dan penikmat kelompok Dambus se-Kota Pangkalpinang.
Plt Kepala Disdikbud Kota Pangkalpinang, Darwin, mengatakan pengenalan budaya kepada anak-anak perlu dilakukan sejak pendidikan usia dini agar nilai budaya tidak semakin jauh dari generasi muda.
“Sekarang penguatan pendidikan tidak hanya soal kognitif, tetapi juga karakter dan budaya. Karena itu, nilai-nilai tersebut perlu kita tanamkan sejak pendidikan anak usia dini,” ujar Darwin.
Menurutnya, kebudayaan menjadi salah satu bagian yang terus didorong Disdikbud Pangkalpinang. Salah satunya melalui inovasi Dambus Masuk Sekolah.
“Dalam jangka waktu dekat kami punya agenda pagelaran seni berupa Dambus dari inovasi Dambus Masuk Sekolah. Insyaallah tanggal 25 akan kita adakan pagelaran untuk SMP dan pemerhati serta penikmat kelompok Dambus se-Kota Pangkalpinang,” ungkapnya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pendidikan karakter dengan kebudayaan lokal.
Bagi Disdikbud, penguatan budaya tidak cukup dilakukan melalui teori di ruang kelas. Anak-anak juga perlu diberi kesempatan melihat, mengenal dan terlibat langsung dalam kesenian daerah.
Darwin mengatakan momentum tersebut penting agar karakter dan budaya mulai ditanamkan sejak anak berada pada jenjang pendidikan usia dini.
“Ini sebagai momentum penguatan karakter dan budaya. Mulai dari pendidikan anak usia dini, semenjak inilah kita tanamkan karakter dan budaya,” tegasnya.
Pagelaran Dambus pada 25 September mendatang diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat kesenian tradisional sekaligus membuka kesempatan bagi kelompok dan pemerhati Dambus untuk ikut tampil dan berinteraksi dengan generasi muda.
Dengan pendekatan tersebut, Dambus tidak hanya ditempatkan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikenalkan sebagai bagian dari kehidupan pendidikan dan ruang kreativitas anak-anak Pangkalpinang.