Cerita Pendek Bupati dan Wakil Bupati Pantat Merah

    Caption: Ilustrasi

    INTRIK.ID- Disebuah Kabupaten nama Bupati dan Wakil Bupatinya jarang dipanggil nama lengkap oleh warga. Mereka lebih akrab menyapanya dengan bisikan jenaka: Bupati dan Wakil Bupati Pantat Merah. Julukan itu lahir bukan karena mereka hobi memakai celana warna merah mencolok, melainkan karena dompet kulit tebal di saku belakang celananya hampir tak pernah dikeluarkan ( pelit ). Warga berseloroh, dompet itu menempel begitu erat sampai-sampai membuat bokong sang pejabat panas dan memerah.

    ​Pagi itu, Pak Bupati dan wakil Bupati mengadakan kunjungan kerja ke salah satu Desa. Seperti biasa, mereka berdua datang membawa senyum lebar, setelan safari necis, dan segudang pidato tentang efisiensi anggaran. Namun, momentum puncaknya terjadi saat pidato Bupati berjanji akan memberikan bantuan pribadi untuk proyek perbaikan jembatan desa yang hampir roboh. Setelah melambaikan tangan dengan penuh wibawa di depan kamera wartawan, beliau menyerahkan sebuah amplop cokelat tipis kepada kepala desa.

    ​”Ini sedikit kontribusi pribadi dari saya demi kelancaran pembangunan. Mari kita hemat dan gunakan dana secara bijak,” ujar Bupati dengan dada terbusung penuh kebanggaan.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook