Cerita Pendek Bupati dan Wakil Bupati Pantat Merah

    Caption: Ilustrasi

    ​Dikemudian hari Puncak kejengkelan warga terjadi ketika acara penggalangan dana digelar untuk janda tua yang atap rumahnya ambruk diterjang angin puting beliung. Saat panitia menyodorkan kotak sumbangan di depan meja kehormatan, Pak Bupati meraba saku celana belakangnya dengan wajah meringis, seolah mendadak terserang nyeri otot yang dahsyat.

    ​”Wah, maaf sekali, dompet saya sepertinya tertinggal di kediaman dinas,” alasannya ringkas sambil menepuk saku belakangnya yang jelas-jelas menonjol tebal berbentuk persegi.

    ​Malamnya, cerita tentang sang Bupati Pantat merah kembali menjadi bahan tertawaan hangat di warung kopi. Warga akhirnya sadar, kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati mungkin dipenuhi slogan penghematan anggaran, tetapi untuk urusan kepedulian rakyat kecil, dompetnya akan selalu terkunci rapat di balik saku celananya yang legendaris itu.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook