
Intrik.id – Cara bleeding rem motor sejatinya sangat mudah dilakukan. Kendati demikian, tak sedikit pemilik motor yang ternyata belum memahami cara bleeding rem secara tepat. Akibatnya, performa pengereman justru menurun, sehingga berisiko tinggi memicu rem blong yang berbahaya untuk berkendara.
Di sisi lain, tak jarang orang menganggap bleeding sebagai sesuatu yang sepele. Bahkan jarang melakukannya sampai akhirnya memicu sejumlah masalah. Karena itu, mari memahami proses sekaligus manfaatnya supaya bisa menjaga performa rem tetap optimal dalam jangka panjang.
Baca juga: Kopling Motor Listrik, Inovasi Baru Hadirkan Engine Brake dan Sensasi Berkendara Elektrifikasi
Sebelum ke tutorialnya, kita bahas terlebih dahulu apa itu bleeding rem. Pada dasarnya, bleeding adalah proses mengeluarkan udara yang terjebak di dalam sistem rem hidrolik. Dimana udara yang masuk ke sistem rem dapat menyebabkan tekanan hidrolik menjadi tidak maksimal. Akibatnya tuas rem terasa empuk atau dalam bengkel populer dengan istilah “masuk angin”.
Tujuan utama bleeding adalah mengembalikan tekanan hidrolik agar rem bisa bekerja sebaik mungkin. Dengan sistem yang bebas udara, dorongan dari master rem akan langsung ke kaliper. Hal tersebut memastikan kampas dapat menjepit cakram secara optimal. Bleeding sendiri biasanya berlangsung dalam beberapa kondisi, seperti:
Baca juga: Honda EV Outlier Concept Pamer Visi Motor Listrik Masa Depan di Japan Mobility Show
Cara bleeding rem motor tentu membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Kesalahan kecil, seperti kehabisan minyak rem di master, justru bisa membuat udara kembali masuk ke sistem. Supaya tidak salah melakukannya, berikut ini langkah-langkah umum dalam proses bleeding rem motor.
Perlu menjadi catatan bahwa proses bleeding rem motor memang bisa memakan waktu cukup lama. Apalagi jika harus membongkar sistem rem secara menyeluruh. Bleeding yang lama ini biasa terjadi apabila perlu membuka master, selang, hingga kaliper rem. Hal itu mengingat proses menurunkan minyak dari master ke kaliper berjalan secara perlahan seiring dorongan piston. Tekanan yang mereka hasilkan tidak langsung besar. Alhasil minyak rem membutuhkan waktu untuk mengisi seluruh jalur hidrolik.
Karena itulah, para profesional di bengkel kerap menggunakan trik tertentu agar cara bleeding rem motor menjadi lebih cepat. Salah satu triknya adalah mengisi minyak ke dalam selang rem terlebih dahulu. Nepel selang rem bagian bawah dipasang dulu ke kaliper. Setelah itu, isi minyak dari nepel bagian atas sampai penuh. Jika selang sudah terisi penuh, baru nepel bagian atas kita pasang ke master rem.
Melalui metode ini, prosesnya memang relatif singkat. Hal itu karena setiap bagian sejatinya sudah terisi oleh minyak rem. Udara di dalam sistem pun jauh lebih sedikit dari cara biasa. Namun, cara tersebut dianjurkan hanya untuk yang sudah ahli dan benar-benar memahami sistem rem. Apabila masih ragu atau belum berpengalaman, sebaiknya gunakan cara bleeding standar agar lebih aman dan minim risiko kesalahan.
Melakukan bleeding rem secara rutin memberikan banyak manfaat. Terutama bagi performa dan keselamatan berkendara. Salah satu manfaat utamanya adalah menjaga tekanan rem tetap stabil sekaligus responsif. Selain itu, bleeding rutin juga membantu hal-hal lain seperti berikut ini.
Baca juga: Kawasaki Z1100 ABS MY2026 Resmi Meluncur, Motor Supernaked Premium dengan Teknologi Terkini
Demikian tadi penjelasan tentang cara bleeding rem motor. Bleeding rem motor tidaklah sulit jika kita lakukan dengan cara yang benar dan teliti. Apabila masih ragu melakukannya sendiri, tidak ada salahnya mempercayakan proses ini kepada bengkel terpercaya. Hal yang terpenting, jangan menunda perawatan sistem rem. Apalagi keselamatan di jalan adalah hal yang tidak bisa ditawar.