
Intrik.id – Budidaya pisang barangan merah kian dilirik sebagai peluang bisnis pertanian yang menjanjikan. Jenis pisang ini dikenal memiliki nilai jual yang tinggi, proses budidaya yang relatif mudah, serta permintaan pasar yang stabil. Tak heran jika pisang barangan merah mulai banyak dibudidayakan oleh petani maupun pelaku usaha di berbagai daerah sebagai sumber pendapatan tambahan.
Pisang barangan merah merupakan varietas unggulan yang berasal dari Sumatera Utara dan kerap disebut sebagai pisang Medan. Buah ini memiliki cita rasa manis dengan aroma harum yang khas. Selain itu, warna kulitnya yang kuning kemerahan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Kombinasi rasa, aroma, dan tampilan tersebut menjadikan pisang barangan merah memiliki pangsa pasar yang luas.
Baca juga: 5 Cara Budidaya Ikan Lemon, Peluang Usaha dengan Keuntungan Tinggi
Agar budidaya pisang barangan merah memberikan hasil optimal, terdapat beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan sejak awal penanaman hingga masa panen.
Tahap awal dimulai dengan menyiapkan lahan tanam. Lahan harus dibersihkan dari rumput liar, gulma, maupun bebatuan agar kondisi tanah ideal untuk pertumbuhan tanaman. Untuk mempermudah proses pembersihan, penggunaan herbisida dapat menjadi alternatif guna memberantas rumput secara lebih efektif.
Setelah lahan siap, langkah berikutnya adalah membuat lubang tanam dengan ukuran 50 x 50 x 50 sentimeter. Jarak antar lubang dianjurkan sekitar 2,5 x 2,5 meter agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup. Lubang tanam sebaiknya dibiarkan selama 2–4 minggu sebelum digunakan. Tanah galian kemudian dicampur dengan kompos atau pupuk kandang (kohe) yang telah matang, lalu dimasukkan kembali ke dalam lubang sebagai media tanam.
Bibit pisang barangan merah yang digunakan harus dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit. Bibit dapat diperoleh dari produsen pembibitan terpercaya atau sumber yang telah teruji kualitasnya. Untuk menjaga produktivitas tanaman di tahun berikutnya, jumlah anakan sebaiknya dibatasi maksimal dua tunas per pohon induk.
Penanaman dilakukan dengan menempatkan bibit ke dalam lubang tanam hingga sedalam pangkal batang. Proses ini perlu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada bibit. Apabila kondisi cuaca sedang terik, bibit yang baru ditanam dapat diberi naungan sementara guna melindungi tanaman dari paparan sinar matahari langsung.
Baca juga: 4 Potensi Budidaya Ikan Teri Air Tawar, Peluang Bisnis yang Menggiurkan
Pemeliharaan menjadi kunci keberhasilan budidaya pisang barangan merah. Tanaman perlu disiram secara rutin, terutama pada musim kemarau. Selain itu, pemberian pupuk dilakukan secara berkala untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Gulma di sekitar tanaman juga harus dibersihkan agar tidak mengganggu penyerapan unsur hara. Pengendalian jumlah anakan pun perlu dilakukan agar nutrisi tidak terbagi terlalu banyak dan pertumbuhan tanaman utama tetap optimal.
Setelah jantung pisang keluar dan buah mulai terbentuk, tandan pisang sebaiknya dibungkus menggunakan karung goni atau plastik. Langkah ini bertujuan melindungi buah dari serangan hama sekaligus menjaga kualitas kulit agar tetap mulus hingga matang. Pisang barangan merah umumnya dapat dipanen sekitar 90–120 hari setelah bunga muncul, ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kekuningan.
Baca juga: Pengembangan Budidaya Sirsak Madu, Peluang Usaha yang Wajib Kalian Dicoba
Secara keseluruhan, budidaya pisang barangan merah tergolong mudah, meskipun tetap memerlukan ketelitian dan ketekunan dalam perawatan. Hasil panen dapat dipasarkan secara langsung kepada konsumen, dijual ke pengepul, maupun disalurkan ke pelaku usaha kuliner. Bagi pemilik lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal, budidaya pisang barangan merah menjadi pilihan usaha yang layak dipertimbangkan karena potensi keuntungannya yang cukup menjanjikan.