Budidaya Nanas Madu, Peluang Bisnis Pertanian dengan Prospek Cerah

    Bahkan untuk ekspor maupun industri, buah ini sangat mendukung. Sebagian besar petani buah mengekspor ke luar negeri dengan harga tinggi. Sedangkan bagi pebisnis UMKM, nanas madu diolah menjadi berbagai makanan dan minuman.

    Potensi Keuntungan Budidaya Nanas Madu

    Banyak orang memutuskan budidaya nanas madu karena memiliki nilai jual tinggi. Prospek pasar menjanjikan karena permintaan selalu konsisten, pastinya perawatan relatif mudah. Berikut merupakan potensi keuntungan yang ditawarkan lewat budidaya buah kaya manfaat satu ini.

    1. Pendapatan Tinggi

    Hampir semua petani buah nanas menunjukkan pendapatan bersih rata-rata mencapai Rp38-47 juta per hektar setiap tahunnya. Bayangkan jika lahan yang ditanam sampai puluhan hektar, apakah bisa dibayangkan seberapa besar untungnya?

    2. Nilai Jual Premium

    Nanas madu mempunyai harga tinggi daripada jenis biasa. Khususnya Grade A. Bisa dibayangkan seberapa untungnya jika para petani lebih banyak menanam golongan A daripada B dan sebagainya. Tak heran banyak orang memilih membudidayakannya.

    3. Produktivitas Besar

    Jika dirata-rata, petani buah bisa hasilkan produksi mencapai kurang lebih 34.000 buah per hektar dan setiap tahun. Bagi petani skala besar, bisa bayangkan seberapa besar keuntungan yang mereka dapatkan setiap tahunnya dari budidaya nanas madu?

    Teknik Penanaman Nanas Madu

    Berikut merupakan teknik budidaya yang bisa kalian ketahui sebelum memutuskan membudidayakannya.

    1. Persiapan Bibit dan Lahan

    • Gunakan bibit vegetatif dari mahkota buah, tunas batang, dan tunas akar yang sehat.
    • Kemudian persiapkan lahan yang memiliki tanah gembur, subur, dan mempunyai drainase lancar guna membuat bedengan tinggi untuk mencegah genangan.
    • Pakai jangkar 40×60 cm dan 60×80 cm untuk membantu tanaman tumbuh maksimal.

    2. Teknik Tanam

    • Waktu terbaik untuk menanam bibit nanas pertama kali, usahakan pada saat musim hujan.
    • Kemudian buat lubang tanam lantas masukkan bibit. Lalu timbun pangkal batang dengan kedalaman 3-5 cm.
    • Jika sudah, tekan tanah sekitar pangkal bibit agar tidak mudah roboh.

    3. Pemeliharaan

    • Jika bibit sudah tertanam, usahakan menyiram 1-2 kali sehari dengan menyesuaikan kelembapan tanah. Usahakan jangan basah agar tidak membuat tanaman busuk. Meski tanaman ini tahan kering, namun tetap saja membutuhkan air untuk tumbuh besar.
    • Rutin membersihkan gulma (tanaman pengganggu) secara teratur dalam budidaya nanas madu.
    • Rutin memberi pupuk organik atau kandang setiap 1-3 bulan sekali.
    • Jangan lupa pengaturan tunas dengan cara menyisakan 1-2 anakan per rumpun. Hal ini bertujuan agar nutrisi lebih fokus ke buah, sehingga menghasilkan ukuran besar.

    4. Pengendalian Hama

    Selalu waspadai hama kutu putih, tungau, dan busuk akar. Jangan lupa melakukan penyulaman (mengganti bibit mati). Bisa juga menambahkan pestisida nabati apabila diperlukan.

    5. Panen

    Nanas madu bisa dipanen jika sudah berumur 11-24 bulan, tergantung jenis bibit. Umumnya tanda siap panen jika warna buah kuning keemasan, mata lebih rata dan melebar, hingga aroma khas mulai tercium.

    Baca juga: Pokdakan Tuah Bersatu Kembali Latihan Budidaya Perikanan PT Timah

    Pages: 1 2 3 4
    Mungkin Suka Ini juga:
    PT Timah Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

    PT Timah Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

    736 Karya Masuk MediaMIND 2026, Isu Tambang Makin Menarik Dibedah dari Banyak Sisi

    736 Karya Masuk MediaMIND 2026, Isu Tambang Makin Menarik Dibedah dari Banyak Sisi

    Koperasi Desa Puput Sudah Siapkan Lahan, Kini Menanti Kemitraan dengan PT Timah

    Koperasi Desa Puput Sudah Siapkan Lahan, Kini Menanti Kemitraan dengan PT Timah

      Ikuti kami di Facebook