Breaking News ! HNSI Bangka, Tokoh Masyarakat dan Nelayan Usir KIP

    Caption : Warga saat berada di KIP Bintang Samudra 275

    BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Puluhan warga terdiri dari tokoh masyarakat, HNSI Bangka, nelayan, serta pemuda Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat usir Kapal Isap Produksi. Rabu ( 16/10/2024) malam sekira pukul 21 : 22 WIB di perairan Air kantung Sungailiat.

    Posisi KIP tepat di depan objek Wisata tongachi dengan nama Bintang Samudra 275. Menurut Kepala Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat Sarifudin saat di hubungi redaksi INTRIK.ID mengatakan KIP tersebut beroperasi terlalu dekat dengan Bibir pantai dan warga yang bekerja ditempat tersebut tidak diperbolehkan.

    “Pertama KIP bekerja dekat dengan bibir pantai, kedua saat warga bekerja pakai ponton dengan izin lengkap ada SPK diusir tidak boleh bekerja dan SPK nya dicabut,” kata Sarifudin.

    Sementara itu Sekjen DPC HNSI Bangka Slamet Riyadi yang ikut dalam rombongan meyampaikan agar KIP segera digeser dan SPK dicabut

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “HNSI Bangka bersama nelayan minta KIP digeser karena terlalu dekat, kami minta kepada PT. Timah untuk cabut SPK KIP itu. Kemudian objek wisata tongachi atau puri ansell mana pemiliknya, dulu saat PIP warga yang bekerja didepan puri ansell tidak diberi kerja. Kenapa hari ini KIP boleh bekerja tolong PT. Timah selaku pemilik IUP harus cabut SPK KIP itu,” tegasnya.

    Menyambung pernyatan Sekjen HNSI Bangka dan Kepala Lingkungan Nelayan 2, selaku tokoh masyarakat Ambo Nai meyebutkan KIP bekerja terlalu dekat.

    ” KIP bekerja jarak dari bibir pantia kurang lebih ratusan meter, terus dulu warga mau bekerja pakai PIP tidak dikasih,” tutupnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Mungkin Suka Ini juga:
    Niat Menolong Rekan Berujung Hilang Bersama, Dua ABK Terseret Arus di Perairan Lubuk Besar

    Niat Menolong Rekan Berujung Hilang Bersama, Dua ABK Terseret Arus di Perairan Lubuk Besar

    Kapal Ambulance Milik Dinkes Kabupaten Bangka Masih Beroperasi, Biaya Operasional Bersumber dari APBD

    Kapal Ambulance Milik Dinkes Kabupaten Bangka Masih Beroperasi, Biaya Operasional Bersumber dari APBD

    Tahun 2024 Pemkab Bangka Katanya Defisit Anggaran, Tapi Mampu Beli Kapal Ambulance Meliaran?

    Tahun 2024 Pemkab Bangka Katanya Defisit Anggaran, Tapi Mampu Beli Kapal Ambulance Meliaran?

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Dapet Kabar PT Dewa Putra Bangka Di Panggil Pidsus

    Dapet Kabar PT Dewa Putra Bangka Di Panggil Pidsus

    BREAKING NEWS: Siswa SMA Kelas XII di Sungaiselan Meninggal Dunia

    BREAKING NEWS: Siswa SMA Kelas XII di Sungaiselan Meninggal Dunia