
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur menilai keberhasilan kelompok tani ini sebagai contoh nyata bahwa sektor pertanian memiliki prospek yang menjanjikan, terutama jika dikelola dengan pendekatan modern, inovatif, dan berbasis teknologi. Model keberhasilan Poktan Pelita Bumi Raya diharapkan mampu menginspirasi generasi muda, baik milenial maupun generasi Z, untuk berani terjun ke sektor pertanian. Dinas Pertanian menegaskan akan terus mendorong anak muda agar tidak ragu mengambil peran dan berkontribusi bagi masa depan pertanian yang lebih unggul dan berdaya saing.
Hingga pertengahan November 2025, lahan seluas 1,4 hektare yang dikelola Poktan Pelita Bumi Raya telah menghasilkan sekitar 560 kg cabai merah. Ke depan, total produksi diproyeksikan mencapai 14 ton sepanjang siklus hidup tanaman cabai. Produksi yang berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan daerah, meningkatkan pendapatan petani, serta membantu meredam lonjakan harga, terutama pada periode hari besar keagamaan, cuaca ekstrem, maupun musim paceklik.
Ke depan, BI Babel bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan penguatan sektor pangan melalui pendampingan teknis, perbaikan tata kelola budidaya, serta fasilitasi akses pasar dari tingkat desa hingga kabupaten. Dengan sinergi yang terus dijaga, program pemberdayaan petani seperti yang dilakukan di Desa Jangkang diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung pengendalian inflasi yang lebih stabil, terarah, dan berkelanjutan di Bangka Belitung.