Berawal dari Curhat Orang Tua di Pulau Nangka, Mahasiswa KPI IAIN SAS Gelar Workshop Pendampingan Anak

    Dosen pengampu mata kuliah Public Relations Profesional, Yera Yulista, M.Si., mengatakan pendekatan berbasis riset seperti ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa.

    “Mahasiswa belajar bahwa sebuah program tidak bisa dibuat berdasarkan asumsi. Mereka harus mendengar masyarakat terlebih dahulu, memahami kebutuhannya, kemudian merancang solusi yang relevan. Itu inti dari komunikasi dan kehumasan yang sesungguhnya,” ujarnya.

    Dalam kegiatan tersebut, narasumber Topandra, S.IP., mengajak para orang tua memahami bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh dukungan emosional yang diberikan keluarga.

    Menurutnya, orang tua tidak harus selalu mampu menyediakan segala kebutuhan materi. Kehadiran, perhatian, dan komunikasi yang baik justru sering menjadi faktor yang paling dibutuhkan anak.

    “Kadang anak hanya ingin didengarkan. Mereka ingin orang tua tahu apa cita-citanya dan mendukung prosesnya. Dukungan sederhana seperti itu bisa menjadi motivasi besar bagi anak,” jelas Topandra.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook