
Ia menjelaskan, potensi udang rebon di wilayah mereka menjadi peluang yang kemudian dikembangkan secara berkelanjutan menjadi produk bernilai ekonomi. Sebelumnya, hasil tangkapan rebon belum diolah secara optimal.
“Di tempat kami banyak potensi udang rebon. Dari situ kami dibina PT Timah bersama Pokdakan untuk mengolahnya menjadi terasi. Sekarang sudah jadi produk yang bisa dijual,” katanya.
Dalam proses produksinya, KWT Lanjut Lestari terus bisa terus meningkatkan produksi mereka yang telah dipasarkan di warung-warung sekitar desa, hingga ke luar Kecamatan Kundur Barat seperti Tanjung Balai Karimun dan Batam. Meski masih fokus pada pasar lokal, produk ini mulai dikenal masyarakat.
Tak hanya memberikan pelatihan, PT Timah juga mendukung sarana dan prasarana produksi. Mulai dari pembangunan rumah produksi, bantuan alat, hingga mesin untuk pembuatan terasi.
“Dukungan dari PT Timah sangat besar, mulai dari alat produksi, mesin, sampai dibangunkan tempat produksi. Kami benar-benar didukung penuh,” ungkap Susilawati.