
“Industri penerbangan memiliki kontribusi besar dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional. Karena itu, kesiapan finansial para pekerjanya menjadi hal yang semakin penting,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Jeffrey juga mengungkapkan tren positif pertumbuhan investor di pasar modal Indonesia.
Hingga akhir April 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 26,4 juta Single Investor Identification (SID) atau meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, jumlah investor saham telah melampaui 9,5 juta SID, menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal terus mengalami peningkatan.
Menurut Jeffrey, pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan semakin luasnya partisipasi berbagai profesi, termasuk pekerja di industri penerbangan.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan edukasi pasar modal yang lebih dekat, relevan, dan mudah diakses oleh para pekerja industri penerbangan,” ujarnya.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyambut baik program tersebut dan menilai literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Menurut Glenny, di tengah transformasi industri penerbangan yang berlangsung dinamis, ketahanan finansial menjadi bagian penting yang harus dimiliki setiap pekerja.
“Kesiapan SDM tidak hanya ditentukan oleh kompetensi profesional, tetapi juga kemampuan membangun ketahanan dan perencanaan finansial yang sehat,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat membantu menciptakan ekosistem industri penerbangan yang lebih produktif, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.