
Dengan membatik, Ia mengenalkan keindahan Negeri Laskar Pelangi, beragam motif batik yang dibuatnya seperti daun Simpor, bunga Simpor, Keremunting, katis Rambai dan Ikan cempedik.
“Ciri khas salah satunya adalah batik daun Simporyang merupakan tumbuhan yang ada di Belitung Timur dan selalu menampilkan warna-warna yang cerah,” ceritanya.
Dengan dukungan dari PT Timah Tbk melalui program PUMK, usaha Ira terus berkembang, bahkan bisa memperkerjakan lima orang pekerja, namun sayangnya usahanya juga terdampak dari pandemi Covid-19 sehingga Ia terpaksa harus mengurangi tenaga kerja.
Tidak hanya memasarkan batik kepada wisatawan yang datang ke galeri mereka, Ira mulai mempromosikan produknya melalui media sosial dan mejangkau pasar digital.
“Awalnya usaha kita mulai berkembang, karena bahanbaku tersedia banyak, produksi meningkat. Wisatawan banyak berkunjung ke laskar Pelangi sehingga usaha kita mendapat imbas positif, banyak yang belanja,” ucapnya.