
“Kita pantau terus harga, stok bahan pokok sampai idul fitri dan pasca idul fitri agar stok serta harga aman. Kita akan berupaya semaksimal mungkin,” tutupnya.
Sementara itu, Siah (63) warga Koba masih mengeluhkan harga bahan pokok yang mahal. Dirinyapun tak bisa mengantri beras di pasara murah atau program pangan murah karena dirinya sudah renta.
“Beli di pasar mahal, mau antri pasar murah juga gimana. Untungnya anak saya sekarang sudah besar dan kerja. Tapi dia kerja diluar Koba, jadi saya juga harus beli sendiri ke pasar untuk bahan pokok kalau ank saya belum pulang. Mungkin karna timah murah jadi orang juga ngeluh harga segini. Kalau timah mahal pasti mereka biasa aja,” ucapnya singkat.