Babel Akan Terapkan PTM Terbatas, Gubernur Minta Guru Berkreasi

    “Jangan sampai ketika murid sudah divaksin tetapi orang tua dan lansia (nenek kakek) dalam keluarganya belum divaksin, akan menyebabkan keberadaan vaksin di siswa tersebut akan menjadi tidak kuat. Dia akan terus terpapar dan akhirnya berdampak penularan terhadap siswa sekalipun dia sudah divaksin. Jadi ibarat kita memiliki tentara yang kuat tetapi diserang terus, tentu saja lama-kelamaan akan melemah,” katanya.

    Disamping itu, pembelajaran langsung ini menurut gubernur harus membuahkan pemikiran yang dapat mendorong kreativitas, baik guru maupun orang tua dan siswa.

    “Maksudnya, pembelajaran ini dibuat sedemikian rupa jangan sampai terlalu membebani murid-murid kita dengan berbagai macam tugas yang efeknya sangat sedikit terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa dalam memahami suatu pelajaran. Dan hal ini tentu membutuhkan kreativitas dari para guru,” lanjutnya.

    Gubernur Erzaldi berharap, apa saja yang menjadi ketentuan pembelajaran di masa sebelum pandemi, seperti upacara, mengaji, mendengar lagu-lagu kebangsaan dan lainnya, dapat digelorakan kembali karena pandemi telah menggerus rasa patriotik, nasionalisme dan rasa kepedulian terhadap sesama manusia.

    “Dengan PTM, insyaAllah kita dapat berhasil bersama-sama mengembalikan suasana pendidikan kita ke arah yang lebih baik sehingga apa yang kita harapkan dapat tercapai,” pungkasnya.

    Pada kesempatan ini, gubernur mengimbau agar SMA/SMK dapat mengirim siswanya untuk mengikuti kegiatan perlombaan keterampilan dan pameran yang akan diadakan oleh Dinas Pendidikan Babel. Tujuannya, agar para siswa dapat terpacu dengan baik.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook