APDESI Pertanyakan Etika KPU Bangka Tengah

    Foto: Ketua APDESI Bangka Tengah, Yani Basaroni.

    “Menanggapi permasalahan ini. Kami berharap Bawaslu Bateng memanggil segera KPU Bateng. Kedepan tidak menutup kemungkinan, jika hal seperti ini berkelanjutan. Maka, tegas saya pribadi berharap agar KPU Bateng membuat sekretariat sendiri di Desa tanpa melibatkan Pemerintahan Desa,” tutup Roni.

    Senada dengan Roni, Kades Teru, Solihin juga menyayangkan KPU yang tidak berkomunikasi dengan baik kepada Kades karena dalam pemanfaatan Aset ataupun rekrutmen itu berkoordinasi dengan para Kades seharusnya.

    “Maaf jika kami kades merespon dingin jika penyelenggara Pemilu datang ke Desa. Permasalahan tidak ada komunikasi yang baik. Salah satu saja contoh, aset desa di pakai tanpa ada pinjam pakai tertulis ke Desa,” ungkapnya.

    Solihin menegaskan, KPU Bangka Tengah sehatusnya juga melibatkan para Kades dalam Bimbingan Teknisnya mengenai titik TPS, rekrutmen KPPS, Pengamanan nya.

    “Kalau dilibatkan, kami Para Kades juga memiliki tanggung jawab dalam Pemilu ini. Jangan sampai terjadi suatu hal, Kades nanti di bawa-bawa. Sekarang kami kasih tau, jika tidak suatu hal dalam Pemilu 2024 di Bangka Tengah kami tidak bertanggung jawab,” ulasnya.

    Solihin juga mengaku sudah menyampaikan ke PPK agar KPU Bateng melakukan Koordinasi ke Desa. Salah satu tujuannya membantu KPU mensosialisasikan Pemilu 2024 ke warga setempat.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook