
“Seyogyanya ada sekolah yang khusus memberikan pendidikan inklusi ini, tapi kita punya keterbatasan, maka sekolah umum kita usahakan bisa menjadi tempat bagi anak berkebutuhan khusus untuk bisa bersekolah,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan, menurut data Dinas Pendidikan, kurang lebih ada sekitar 400 anak yang masuk dalam kategori berkebutuhan khusus dan tidak mungkin di sekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB).
“400 anak ini tidak mungkin semuanya kita masukan ke SLB, maka kita usahakan bisa masuk sekolah umum, kita siapkan guru-guru yang bisa memahami pendidikan inklusi ini, tidak hanya di tingkat SD dan SMP, tetapi juga di tingkat PAUD,” ungkapnya.