Akses Publikasi Jadi Kendala Pejabat Fungsional, Bappeda Bangka Terbitkan Dua Jurnal

    INTRIK.ID, BANGKA — Akses publikasi dan bimbingan penulisan ilmiah masih menjadi kendala bagi pejabat fungsional tertentu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka. Kondisi itu mendorong Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka menyediakan dua jurnal ilmiah sebagai ruang publikasi sekaligus pengembangan kapasitas aparatur.

    Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, Ir. Pan Budi Marwoto, M.Si., mengatakan penerbitan jurnal tersebut diarahkan untuk memperkuat budaya riset dan memastikan perencanaan pembangunan memiliki dasar kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Jurnal ini menjadi wadah bagi para peneliti dan pejabat fungsional untuk mempublikasikan hasil kajian mereka. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan yang disusun memiliki dasar riset yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ujar Pan Budi.

    Dua jurnal yang diterbitkan Bappeda yakni Jurnal Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Kebijakan serta Jurnal Pembangunan Daerah dan Analisis Kebijakan.

    Kehadiran keduanya sekaligus menyasar kebutuhan pengembangan profesi pejabat fungsional tertentu, yang salah satu unsurnya berkaitan dengan publikasi ilmiah dan angka kredit.

    Bappeda mengakui persoalan publikasi bukan sekadar soal tersedianya tulisan, tetapi juga akses terhadap wadah publikasi dan pendampingan penulisan.

    “Kami menyadari selama ini kendala utama Jabatan Fungsional Tertentu adalah akses publikasi dan bimbingan penulisan yang memadai. Melalui jurnal internal ini, mereka punya ruang mempublikasi diri secara luas tanpa terhalang batasan,” kata Pan Budi.

    Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Bangka, Dr. Darol Arkum, mengatakan jurnal tersebut tetap akan menerapkan proses peninjauan terhadap naskah yang masuk.

    Setiap artikel akan melalui peer review yang melibatkan akademisi dan praktisi dari perguruan tinggi mitra. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan kredibilitas publikasi.

    “Setiap artikel yang masuk akan ditelaah penilai independen dari kalangan dosen dan peneliti agar kualitasnya terjaga. Kredibilitas jurnal adalah hal yang kami jaga,” ujar Darol.

    Tidak hanya diperuntukkan bagi pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Bangka, jurnal tersebut juga dibuka bagi ASN dari daerah lain, mahasiswa, akademisi dan peneliti dari berbagai lembaga di Indonesia.

    Darol berharap keterbukaan tersebut dapat memperluas pertukaran gagasan sekaligus memperkaya kajian pembangunan daerah.

    “Kami membuka lebar kesempatan bagi aparatur sipil negara, mahasiswa, hingga peneliti dari luar untuk berkontribusi. Tujuannya agar terjadi pertukaran gagasan yang memperkaya kualitas perencanaan kita,” katanya.

    Lebih jauh, Bappeda menargetkan hasil penelitian yang dipublikasikan tidak berhenti sebagai karya akademik. Kajian tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu rujukan dalam penyusunan dokumen perencanaan dan perbaikan kebijakan di Kabupaten Bangka.

    “Kami ingin hasil riset yang dipublikasikan benar-benar bermanfaat bagi perbaikan kebijakan. Jurnal ini menjembatani dunia akademik dengan pengambilan keputusan di daerah,” pungkas Darol.

    Terbitnya dua jurnal tersebut menjadi langkah Bappeda memperkuat fungsi penelitian dan pengembangan. Tantangannya kini bukan hanya memastikan jurnal terbit, tetapi memastikan kajian yang masuk memiliki kualitas dan benar-benar dapat diterjemahkan menjadi dasar pengambilan kebijakan.(*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Manjakan Pelanggan Restoran dan Cafe Yunsu Punya Tempat Baru

    Manjakan Pelanggan Restoran dan Cafe Yunsu Punya Tempat Baru

    Kamuflase Upah Lebur Timah Smelter Kawasan Industri Jelitik, Punya Siapa yang Dilebur?

    Kamuflase Upah Lebur Timah Smelter Kawasan Industri Jelitik, Punya Siapa yang Dilebur?

    Pembagian Upah Pungut Pajak Sudah Sesuai Aturan

    Pembagian Upah Pungut Pajak Sudah Sesuai Aturan

      Ikuti kami di Facebook