
Tidak hanya diperuntukkan bagi pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Bangka, jurnal tersebut juga dibuka bagi ASN dari daerah lain, mahasiswa, akademisi dan peneliti dari berbagai lembaga di Indonesia.
Darol berharap keterbukaan tersebut dapat memperluas pertukaran gagasan sekaligus memperkaya kajian pembangunan daerah.
“Kami membuka lebar kesempatan bagi aparatur sipil negara, mahasiswa, hingga peneliti dari luar untuk berkontribusi. Tujuannya agar terjadi pertukaran gagasan yang memperkaya kualitas perencanaan kita,” katanya.
Lebih jauh, Bappeda menargetkan hasil penelitian yang dipublikasikan tidak berhenti sebagai karya akademik. Kajian tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu rujukan dalam penyusunan dokumen perencanaan dan perbaikan kebijakan di Kabupaten Bangka.
“Kami ingin hasil riset yang dipublikasikan benar-benar bermanfaat bagi perbaikan kebijakan. Jurnal ini menjembatani dunia akademik dengan pengambilan keputusan di daerah,” pungkas Darol.