
SUNGAILIAT, INTRIK.ID — Belasan warga Kelurahan Kenanga pertanyakan munculnya tandatangan pengurus mesjid dalam notulen kelurahan saat kunjungan kerja DPR RI beberapa waktu lalu.
Dalam lembaran notulen kelurahan Kenanga itu berisikan bahwa warga Kenanga mengakui tidak ada lagi bau yang dikeluarkan dari pabrik PT Bangka Asindo Agri (PT BAA).
Namun sayangnya aksi klarifikasi di kantor kurah Kenanga itu tidak mendapatkan jawaban dari pihak kelurahan karena lurah tidak ada ditempat.
Salah satu warga, Ustad Nurul Susanto mengatakan pihaknya hanya ingin tahu kebenaran tandatangan itu.
“Kita sudah menanyakan langsung dari Pak Basyarudin (pengurus mesjid-red) kalau beliau tidak pernah menandatangani pernyataan itu,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa yang hadir dalam kegiatan tersebut hanya masyarakat pro dengan PT BAA sementara warga kontra tidak diundang.
“Mereka yang datang itu warga pro semua, sementara warga kontra tidak ada undangan. Ada juga yang ngundang tapi hanya melalui WA atau secara lisan,” tambah Ustad Nurul.
Sementara itu, Ketua Yayasan Mesjid Kenanga, Rian mengatakan pihaknya tidak berpihak kemanapun dalam hal tersebut.
“Pada dasarnya kami tidak memihak manapun, kami hanya bersifat netral tapi kalau ada yang menzolimi, kami tidak akan tinggal diam,” ungkapnya.
Untuk itu pihaknya tetap ingin meminta klarifikasi lurah Kenanga terkait hal tersebut dengan mengagendakan ulang pertemuan itu. Selain itu, pihaknya juga meminta pihak kelurahan untuk memanggil semua RT dan kaling.
Namun Sekretaris Lurah Kenanga, Rudiono yang menyempatkan hadir tidak bisa memberikan jawaban apapun.
“Saya tidak bisa memastikan, saya hatus berkonsultasi dulu ke lurah. Tunggu waktu besok atau lusa saja,” ungkapnya.(int)