
“Atas nama Bapak Bupati, kami mengapresiasi Disparbupora yang memfasilitasi pelatihan barista ini. Harapan kami, ilmu yang didapat hari ini tidak berhenti di ruangan ini saja. Jadikan ini sebagai pijakan untuk memantik semangat menjadi entrepreneur muda. Ekonomi kreatif seperti kedai kopi punya peluang besar di Bangka Tengah,” ujarnya.
Ia juga mengajak para peserta berani memulai usaha dari skala kecil, memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, serta menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di tengah menjamurnya bisnis kopi.
Sementara itu, Kepala Disparbupora Bangka Tengah, Zulfan, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya pemerintah menangkap peluang berkembangnya industri kopi dan kafe di daerah.
Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis sebagai barista, tetapi juga pengetahuan tentang pengelolaan usaha.