
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Sajidin mengatakan ada 20 Kelompok Poktan maupun Gapoktan yang menerima bantuan. Diakui Sajidin, kegiatan ini seharusnya dilaksanakan pada bulan Maret, namun mengalami kendala sehingga baru bisa dilakukan di bulan Juni.
Diakui Sajidin, ekspor sawit saat ini mengalami banyak kendala, meski CPO sudah dibuka, tetapi dia optimis harga kelapa sawit akan kembali tinggi.
“Kecambah kelapa sawit yang kita bagikan ini adalah jenis Simalungun, Insyaallah bantuan ini akan mampu membangkitkan produksi maupun produktivitas pekebun sawit, yang mana sebelumnya kami juga sudah melakukan Bimtek tata cara menyemai dan lainnya,” jelasnya.
Dikatakan Sajidin, pihaknya akan melakukan monitoring lebih lanjut. “Benih ini jangan sampai dipindahtangankan atau ditanam di hutan produksi. Kalau bisa manfaaatkan tanah yang ada,” imbuhnya.