
“Kami memperhatikan kelompok tani berbasis pekarangan rumah, khususnya KWT. Harapannya, mereka menjadi pemasok utama kebutuhan sehari-hari keluarga, seperti sayuran dan tanaman penunjang lainnya,” ungkap Bupati.
Algafry juga mengaitkan program ini dengan visi “Apotek Hidup” yang disinergikan dengan arahan Menteri Desa dan Menteri Pertanian. Dukungan sarana prasarana yang diberikan ini diharapkan dapat mengatasi kendala teknis di lapangan, terutama terkait pengendalian hama.
“Hari ini kita support bantuan alat seperti waring dan insektisida baik cair maupun padat untuk menunjang keberhasilan panen. Sekarang tinggal semangat masyarakatnya, tugas kami adalah terus mendorong agar lingkungan ini benar-benar menghasilkan,” ucapnya seraya berharap hal ini dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya di wilayah Lubuk Besar.