Warga Tanah Hongkong Keluhkan Aktivitas Tambang Inkovensional

    BANGKA. SUNGAILIAT.INTRIK.ID – Nilai ekonomis yang tinggi mineral biji timah bisa meningkatkan ekonomi. Namun dari sisi lain aktivitas penambangan terkadang menimbulkan dampak sosial.

    Seperti yang dikeluhkan warga Tanah Hongkong, Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Senin ( 23/8/2021) sore.

    Warga yang tidak mau disebutkan indentitasnya kepada INTRIK.ID menyampaikan, akibat aktivitas Tambang Inkovensional ( TI ) rumah ada yang retak.

    “Selain menimbulkan suara berisik, sejak adanya aktivitas TI itu ada rumah warga yang retak, ya saya mohon kepada penambang fikir lah warga sekitar,” ungkap warga tersebut.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Dirinya juga menyadari kalau orang memang cari makan, namun harus diimbangi dengan kepentingan warga sekitarnya.

    “Ya kita juga tau, orang mau cari makan namun diperhatikan juga dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas penambangan TI,” pungkasnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Mungkin Suka Ini juga:
    Pohon Sawit milik Warga Pemali Dibabat, Hilal Ganti Rugi Belum Nampak

    Pohon Sawit milik Warga Pemali Dibabat, Hilal Ganti Rugi Belum Nampak

    Analisis Kritis Manajemen Biaya dan Keberlanjutan Usaha pada UMKM Bakso & Mie Ayam Mas Blankon Pasca Pandemi.

    Analisis Kritis Manajemen Biaya dan Keberlanjutan Usaha pada UMKM Bakso & Mie Ayam Mas Blankon Pasca Pandemi.

    BKPRMI Bangka Kembali Wisudakan Ribuan Santri dan Santriwati

    BKPRMI Bangka Kembali Wisudakan Ribuan Santri dan Santriwati

    Diguyur Hujan, 1.132 Santri Bangka Tetap Semangat Ikuti Wisuda Tahfidz dan TPA

    Diguyur Hujan, 1.132 Santri Bangka Tetap Semangat Ikuti Wisuda Tahfidz dan TPA

    Cetak Sejarah! 6 Utusan Kabupaten Bangka Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi, Satu Menuju Nasional

    Cetak Sejarah! 6 Utusan Kabupaten Bangka Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi, Satu Menuju Nasional

    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif

    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif