Wanda Hamidah Soroti Senjata Israel di Indonesia: “Membunuh Rakyat Gaza Setiap Hari”

    JAKARTA, INTRIK.ID – Aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah mempertanyakan konsistensi sikap Indonesia terhadap Israel. Dalam video yang dibagikannya di IG @wandahamidahbsa, ia menyoroti penggunaan produk pertahanan buatan perusahaan Israel serta mengungkit jejak hubungan Indonesia-Israel di tengah konflik Gaza.

    Wanda secara khusus menyoroti Elbit Systems, perusahaan pertahanan asal Israel, yang dalam video disebut berkaitan dengan sistem Skylark 3. Ia mengaitkan produk tersebut dengan teknologi militer Israel dan mempertanyakan keterlibatan Indonesia.

    “Senjata mereka diuji coba langsung dengan cara membantai, membunuh rakyat Gaza setiap hari,” ujar Wanda dalam video tersebut.

    Wanda kemudian mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap kemungkinan adanya kerja sama dengan perusahaan yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan Israel.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kalian pasti nggak terima pernyataan ini, tapi kenyataannya…” kata Wanda sebelum melanjutkan kritiknya mengenai hubungan Indonesia dengan Israel.

    Soroti pejabat pertahanan

    Dalam video itu, Wanda juga menyoroti keberadaan pejabat pertahanan Indonesia yang disebutnya melakukan endorsement terhadap perusahaan yang ia kaitkan dengan Israel.

    Ia mempertanyakan mengapa pejabat pemerintah Indonesia dapat berhubungan dengan pihak yang disebutnya berkaitan dengan industri pertahanan Israel, sementara Indonesia selama ini menyatakan dukungan terhadap Palestina.

    Sorotan itu menjadi semakin sensitif karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Pemerintah Indonesia juga secara konsisten menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Wanda Ungkit Dokumen 30 Halaman

    Wanda tidak hanya menyinggung sektor pertahanan.

    Ia mengaku terkejut setelah membaca sebuah dokumen setebal sekitar 30 halaman dari sebuah lembaga kajian keamanan Israel. Dalam video tersebut, ia menampilkan sejumlah dokumen dan foto pertemuan yang menurutnya menunjukkan adanya kontak antara pihak Indonesia dan Israel.

    “Saya syok ketika membaca dokumen 30 halaman,” ujar Wanda.

    Ia kemudian mempertanyakan alasan pejabat Indonesia melakukan pertemuan dengan pihak Israel.

    “Yang harus dijawab adalah kenapa sampai ada pertemuan pejabat negara kita dengan pihak teroris Israel.”

    Pernyataan tersebut merupakan pandangan Wanda dalam video dan bukan kesimpulan hukum bahwa seluruh pihak yang disebutnya merupakan organisasi teroris.

    Hubungan Indonesia-Israel Ikut Disorot

    Wanda juga mengungkit informasi mengenai rencana pembukaan hubungan bilateral Indonesia-Israel yang disebut dalam video.

    Ia menampilkan informasi mengenai adanya draft dokumen dan foto pertemuan serta menyebut Indonesia dan Israel sempat sepakat membuka hubungan bilateral yang rencananya diumumkan pada Oktober 2023.

    Namun, klaim mengenai rencana tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati. Indonesia hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

    Sementara itu, pada Mei 2025, Presiden Prabowo Subianto memang secara terbuka menyatakan Indonesia siap mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik apabila Israel terlebih dahulu mengakui negara Palestina.

    “Indonesia sudah menyampaikan begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Prabowo pada 28 Mei 2025.

    “Cuma Pengakuannya”

    Pada bagian akhir video, Wanda kembali menyoroti kemungkinan normalisasi hubungan Indonesia-Israel.

    Ia menyebut persoalannya tinggal pada pengakuan.

    “Cuma pengakuannya,” ujar Wanda.

    Ia kemudian menyebut kemungkinan untuk “menormalisasi” dan menjalin hubungan kerja sama dengan pihak yang menurutnya berkaitan dengan Israel.

    Video tersebut ditutup dengan pertanyaan Wanda kepada publik:

    “Jadi kira-kira bagaimana?”

    Pertanyaan itu menjadi inti kritik Wanda: apakah sikap Indonesia yang mendukung Palestina sudah sepenuhnya tercermin dalam hubungan ekonomi, teknologi, pertahanan dan kebijakan luar negeri?

    Di sisi lain, pemerintah Indonesia secara resmi tetap menempatkan kemerdekaan Palestina sebagai bagian penting dari solusi dua negara. Pada Oktober 2023, pemerintah juga menyerukan penghentian perang dan menegaskan bahwa akar persoalan konflik adalah pendudukan wilayah Palestina oleh Israel.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Demo Penambang Timah Memanas, Bambang Patijaya: Perpres Sudah Ditandatangani Presiden, Tinggal Penomoran

    Demo Penambang Timah Memanas, Bambang Patijaya: Perpres Sudah Ditandatangani Presiden, Tinggal Penomoran

    Menteri Wihaji Apresiasi Bangka Tengah, Program GENTING Dinilai Berjalan Baik

    Menteri Wihaji Apresiasi Bangka Tengah, Program GENTING Dinilai Berjalan Baik

    Polres Bangka Gagalkan Dugaan Peredaran Sabu di Pagarawan, Pria 31 Tahun Ditangkap dengan 30 Paket Narkotika

    Polres Bangka Gagalkan Dugaan Peredaran Sabu di Pagarawan, Pria 31 Tahun Ditangkap dengan 30 Paket Narkotika

    Polres Bangka Tengah Amankan 27 Paket Sabu di Hutan Kurau Timur

    Polres Bangka Tengah Amankan 27 Paket Sabu di Hutan Kurau Timur

    Peringati Hari Anak Nasional, PT Timah Gelar Seminar ABK dan Beri Terapi Gratis untuk 10 Anak

    Peringati Hari Anak Nasional, PT Timah Gelar Seminar ABK dan Beri Terapi Gratis untuk 10 Anak

    87 Paket Diduga Sabu Disita Polisi di Simpang Katis, Pemuda 18 Tahun Diamankan

    87 Paket Diduga Sabu Disita Polisi di Simpang Katis, Pemuda 18 Tahun Diamankan

      Ikuti kami di Facebook