Vaksin Kanker Serviks Diwajibkan Untuk Siswa SD, drg Annas: Kita Belum dapat Perintah

    Foto: Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, dr Anas Ma’aruf.(Erwin/intrik.id)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah belum bisa memulai pemberian vaksin kanker serviks kepada anak.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, drg M. Annas Ma’ruf mengatakan bahwa sejumlah daerah di Indonesia memang sudah ada yang mulai melakukan vaksinasi serviks tersebut.

    Meski demikian, di Provinsi Bangka Belitung, terkhususnya di Kabupaten Bangka Tengah, pihaknya belum bisa memulai pemberian vaksinasi kanker serviks tersebut.

    “Sebenarnya vaksinasi kanker serviks ini sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu, tapi hanya disegelintir daerah saja,” ujar Anas kepada intrik.id Senin (16/5/2022).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Lanjut dia, adapun sasaran dari vaksinasi kanker serviks ini adalah siswi kelas 5-6 SD sederajat.

    “Kita belum bisa mulai karena belum mendapatkan petunjuk teknis (juknis-red) dan perintah langsung dari Kemenkes,” ujarnya.

    Diakuinya, pengadaan vaksin dan segala macam peralatannya juga biasannya dilakukan langsung oleh Kemenkes.

    Oleh karena itu, saat ini pihaknya masih fokus untuk memberikan vaksinasi lainnya seperti vaksin campak-rubela.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Untuk vaksin Covid-19 juga masih ada di fasilitas kesehatan kita, termasuk di puskesmas-puskesmas,” pungkasnya.

    Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia akan mewajibkan pemberian vaksin kanker serviks atau Human Papilloma Virus (HPV) anak-anak perempuan.

    Hal tersebut dilakukan sebagai rangka pencegahan sekaligus tindakan promotif pemerintah dalam memberikan penerapan kebutuhan dasar bagi masyarakat, terkhususnya anak-anak.

    “Kami akan wajibkan vaksinasi kanker serviks, untuk mencegah agar tidak terkena kanker diujung nanti. Jadi lebih baik kita melakukan pencegahan agar hidup lebih produktif,” ujar Menteri Kesehatan RI, Budi Gunawan Sadikin ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (25/1/2022) lalu dilansir dari kompas.com

    Untuk itu, imunisasi atau vaksin HPV ini akan masuk dalam daftar program imunisasi rutin sehingga jumlah imunisasi rutin yang disarankan oleh Kemenkes RI dari yang sebelumnya hanya 11 jenis vaksin, kini menjadi 14 jenis.

    Laporan wartawan intrik.id/Erwin

    Mungkin Suka Ini juga:
    Borong 9 Medali di Kejurprov, Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum Porprov 2026

    Borong 9 Medali di Kejurprov, Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum Porprov 2026

    Erlina Borong Tiga Medali untuk Bangka Tengah, Buktikan Semangat Bertanding Tak Kenal Usia

    Erlina Borong Tiga Medali untuk Bangka Tengah, Buktikan Semangat Bertanding Tak Kenal Usia

    Sudah Punya Cicit, H. Rose Masih Rutin Ikut Senam Sehat

    Sudah Punya Cicit, H. Rose Masih Rutin Ikut Senam Sehat

    Farli Pecahkan Kebuntuan, Sumbang Emas Pertama Bangka Tengah di Kejurprov Panahan Babel

    Farli Pecahkan Kebuntuan, Sumbang Emas Pertama Bangka Tengah di Kejurprov Panahan Babel

    25 Atlet Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum di Kejurprov Babel 2026

    25 Atlet Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum di Kejurprov Babel 2026

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi