
Akselerasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih tertahan oleh kinerja LU Konstruksi yang terkontraksi sebesar 2,16% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya yang juga terkontraksi sebesar 0,43% (yoy). Penurunan kinerja LU Konstruksi disebabkan oleh berkurangnya belanja modal pemerintah akibat kebijakan penghematan dan turunnya aktivitas proyek konstruksi. LU Konstruksi merupakan salah satu dari lima sektor utama penggerak perekonomian Bangka Belitung. Selain itu, LU Transportasi dan Pergudangan serta LU Akomodasi dan Makan Minum juga mengalami pelemahan masing-masing sebesar 1,03% (yoy) dan 3,29% (yoy).
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung terutama ditopang oleh Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh signifikan mencapai 87,86% (yoy), lebih tinggi dibandingkan kinerja triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 1,83% (yoy). Peningkatan kinerja Ekspor Barang dan Jasa disebabkan membaiknya ekspor komoditas timah paska permasalahan tata kelola timah pada periode sebelumnya. Selain itu, ekspor komoditas utama yaitu CPO, karet, produk ikan dan udang juga turut mengalami peningkatan. Kinerja positif ekonomi Bangka Belitung juga ditopang oleh Konsumsi LNPRT (Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga) yang tumbuh sebesar 3,35% (yoy) dan Konsumsi Rumah Tangga yang tetap tumbuh sebesar 1,74% (yoy).
Meningkatnya kinerja Konsumsi LNPRT dipicu oleh perayaan hari besar keagamaan seperti Imlek, Cengbeng, Ramadan dan Idulfitri yang meningkatkan kegiatan lembaga keagamaan, sosial dan organisasi masyarakat. Tumbuhnya komponen ini juga didukung oleh persiapan Pilkada ulang di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang. Sementara itu, meningkatnya kinerja Konsumsi Rumah Tangga didorong oleh pulihnya pendapatan masyarakat akibat membaiknya harga komoditas utama seperti timah, kelapa sawit dan karet; mulai masuknya musim panen raya; meningkatnya kinerja perdagangan selama Ramadan; serta pencairan THR.