
Ia mengatakan bahwa gerakan ini sangat dibutuhkan dalam mendukung dan mengedukasi masyarakat dalam menghadapi situasi pandemi dan bencana.
“Kita berharap seluruh stakeholder baik dari Pemerintah Kabupaten juga PKK dari tingkat Kecamatan, Kelurahan sampai Desa untuk bisa mensosialisasikan Gerakan Keluarga Sehat ini. Dengan menyosialisasikan hal ini, masyarakat akan bisa mengerti hidup sehat dan hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi keadaan darurat atau bencana,” ungkapnya.
Launching Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana ini meliputi 9 pilot project, yaitu : peduli stunting, Menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), peduli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), siaga kebakaran lingkungan, tanggap dan tangguh bencana alam, peduli lingkungan, menuju keluarga sehat berkualitas, menuju keuangan sehat, mewujudkan keluarga sehat.