
Sementara itu, perwakilan mantan pegawai Kobatin Fauza bingung kenapa lahan tin slag masih berada di lahan pemerintah karena sudah harus dijual.
“Pak Utomo saja selaku kurator bingung kenapa tin slag masih dilahan pemerintah. Padahal sudah dijual ke Venus senilai 26 miliar untuk bayar hutang pajak,” jelas Fauza.
Fauza melanjutkan, untuk masalah reklamasi sudah dilakukan 60 persen oleh Kobatin, namun karena dipailidkan menjadi tidak bisa melanjutkannya.
“Kami bahkan sampai minta bantuan kementerian ESDM untuk bantu reklamasi, bantuan CSR dan lainnya. Namun tak selesai sudah diambil kurator,” ungkapnya.
“Dan untuk dana CSR kami tidak mengetahui jumlahnya, namun Kobatin selalu menyetor dana CSR tersebut dan kami tidak pernah tau dana CSR yang ada di ESDM itu gimana, ” tutupnya.